Sabtu, 06 September 2014

You, Food, Eat & Eat


Ada pepatah terkenal mengatakan “Anda Adalah Apa yang Anda Makan”.  Pepetah yang cukup familiar ditelinga kita. Benar atau tidak, bagi saya kembali lagi ke individunya seperti apa. Akhir-akhir ini saya heran banyak orang di kantor yang ngeluh soal berat badan dan bentuk tubuh. Dominan para wanita sangat teramat lebay mengeluh tentang berat badan dan bentuk badan mereka. Tapi hal yang bikin saya bingung adalah disaat orang-orang ngeluh kalau berat badan mereka naik atau tubuh mereka terlihat semakin gemuk dan mungkin gendut, mereka tetap tidak disiplin dalam mengatur pola makan mereka. Sebagian besar mereka sudah tau pola makannya harus seperti apa atau gimana agar berat badan mereka dalam mencapai angka “normal” atau bisa dibilang proporsional dengan tinggi tubuh. “aagghh, gw gendutan ya. Perut gw kok gede. Trus ini gw bla bla bla. Gw mau diet ahh” (nada bicaranya antara ngeluh badannya "fat" sama bangga beda tipis). Trus kenyataannya adalah tetap makan semau jidatnya tanpa ada olahraga sedikitpun. Terus saya juga bingung melihat orang-orang yang bertubuh “fat” suka lomba-lombaan bilang ketemennya “iihh gendutan gw. Gendutan gw tau. Nggak gendutan gw masih. Ya ampun ngeledek banget sih, liat deh gendutan gw”. Trus suka ngeluh atau menyesali apa yang sudah dimakan. Apa nggak dosa ya begitu menyesali apa yang sudah dimakan. Bukankah harusnya bersyukur bisa makan dan makanan yang telah dimakan baik-baik saja alias tidak ada penolakan seperti dimuntahkan dll.

Disamping itu yang bikin aneh, orang-orang yang bertubuh gemuk bahkan gendut sering terkesan “mencela” orang yang bertubuh ramping plus singset. Aneh kan? Bagi saya sangat aneh. Ngeluh bertubuh gemuk, gendut, tapi ngatain orang yang bertubuh ramping. Heii, looked! Coba kalian ingat-ingat film tentang Tuhan Yesus (apapun itu), pernah nggak yang berperan sebagai Tuhan Yesus badannya sorry to say “gendut”? selama saya tonton versi manapun nggak pernah saya lihat yang berperan sebagai Tuhan Yesus itu badannya “gendut”. Walaupun saya nggak tau persis badan Tuhan Yesus yang sebenarnya seperti apa, tapi saya yakin karena Tuhan Yesus dulu anak tukang kayu, Dia pasti rajin bantuin orang tuanya kerja sehingga tubuhnya keren. Belum lagi memberitakan injil kemana-mana seringan jalan kaki. Belum lagi ditambah pasti pola makannya Tuhan dulu nggak berlebihan. Kalau jaman sekarang mungkin sama dengan nge-gym, treatmill dll. Jaman Yesus dulu sama aja dengan kerja pake otot itu gerakan-gerakannya mirip dengan olahraga nge-gym. Menurut survey selama hidup saya (pengamatan sehari-hari selama hidup aja ini), lebih banyak orang yang bertubuh gemuk dan gendut “mencela” orang yang bertubuh ramping. Apa sebabnya juga saya kurang tau. Mungkin harus dibuat penelitian tentang hal ini baru kita bisa menyimpulkan.  

Sebelumnya, saya ingin memberi penjelasan tentang 3 jenis bentuk tubuh. Ada 3 jenis bentuk tubuh yaitu:
1           1. Ectomorph
Merdeka.com - Orang yang memiliki jenis bentuk tubuh ectomorph memiliki struktur tulang yang kecil dan kurus. Mereka memiliki sistem metabolisme tubuh yang baik dan cenderung sulit gemuk. Hal ini disebabkan karena hormon tiroid mendominasi tubuh mereka sehingga mampu meningkatkan sistem metabolisme. Mereka yang memiliki jenis bentuk tubuh ini sanggup mengonsumsi banyak kalori makanan dan membakarnya dengan baik.
Makanan yang paling baik dikonsumsi oleh para ectomorph adalah karbohidrat tinggi yang diseimbangkan dengan protein seperti telur, daging, dan produk olahan susu. Makanan ini membantu tubuh mereka tetap kencang dan memperbaiki postur tubuh mereka yang jangkung.
2.       Endomorph
Merdeka.com - Jenis bentuk tubuh yang kedua adalah mesomorph. Mereka yang bertubuh mesomorph biasanya memiliki bentuk tubuh seperti pear atau apel. Bagian bawah tubuh mereka lebih besar dan mereka memiliki struktur tulang yang lebih besar. Selain itu tingkat estrogen dan prolaktin di dalam tubuh orang mesomorph tinggi.
Orang berjenis tubuh mesomorph disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan B6 dan seng untuk mengurangi kadar prolaktin di dalam tubuh mereka. Jenis makanan ini adalah roti gandum, produk rendah susu, kacang-kacangan, ayam, sayuran, dan biji-bijian. Mengonsumsi kedelai juga penting bagi mereka untuk menyeimbangkan estrogen.
3.       Mesomorph
Merdeka.com - Mereka yang memiliki jenis tubuh ini biasanya berperawakan atletis dengan massa otot yang besar. Mereka cenderung memiliki tubuh yang kekar walaupun mereka tidak melakukan latihan atau olahraga yang khusus. Makanan terbaik yang harus mereka konsumsi adalah makanan yang seimbang antara kandungan protein, karbohidrat, dan lemak di dalamnya.
Makanan berglisemik tinggi seperti tepung, kentang, pisang akan memberikan cadangan energi yang baik apabila dikombinasikan dengan olahraga. Seperti makanan tinggi protein dapat membantu meningkatkan kinerja atletik mereka.
Mengenali jenis bentuk tubuh sangat penting untuk menentukan makanan apa saja yang baik untuk Anda konsumsi. Sehingga kesehatan tubuh Anda pun meningkat. Manakah dari jenis bagian tubuh di atas yang sesuai dengan Anda?
Guys, nggak penting bentuk tubuh mana, karena ketiganya itu adalah sudah diciptakan oleh Tuhan. Jika tubuh kita memiliki fungsi dengan baik, apakah itu kurang? Apakah berkat Tuhan kurang atas tubuh kita? Saya membagikan tentang 3 jenis tubuh agar setidaknya mindset kita lebih terbuka dan lebih luas lagi tentang kebesaran Tuhan. Kurang beruntung apa kalau makan nggak harus mikir dapat uang dari mana, bisa beli atau olah makanan, bisa makan makanannya tanpa ada kendala rasa sakit atau mual dsb. Salah satu sahabat saya pernah berkata ‘tau nggak saat kita mengunyah makanan kita itu tidak bernafas, tapi kita masih bisa menikmati makanan itu. Luar biasa nggak Tuhan kita’. Nyadar nggak sih selama ini ternyata kita mengunyah makanan dalam keadaan tidak bernafas (berhenti bernafas seketika/sejenak) tapi masih bisa merasakan enak nggaknya makanan. Bagi saya luar biasa bingit. 


Selama kita masih sehat, masih dapat memiliki makanan, masih bisa menikmati makanan dalam keadaan baik, itu adalah keajaiban yang kita dapat setiap harinya. Jangan berpikir itu hanya terjadi secara alami, itu juga terjadi atas Kasih Setianya Tuhan dalam hidup kita. Selama kita masih dalam keadaan sehat, jagalah kesehatan itu. Jangan pernah menyalahkan Tuhan jika kita mengalami sakit karena pola hidup dan makan kita yang kurang dijaga. Jaga kesehatan tidak harus secara berlebihan, semua yang tersedia di dunia ini makanan apapun dapat kita nikmati. Yang salah adalah jika kita berlebihan. Olahraga juga nggak harus ditempat “khusus” olahraga. Bisa dengan bersepeda, berjalan sekitar komplek rumah, beli barbell atau alat-alat olahraga yang nggak menguras isi dompet semua itu dapat dilakukan di rumah sendiri. Kalau kata Carlo Tamba dalam blog Sandra Soetanto “Life is an opportunity to seek for and experience God’s grace. As a Christian, I invest my faith in the belief that human are created in God’s image. Not everyone is created “normal” (as in all body parts are functioning properly). And it ANGERS me so much when I see people who are normal, do not appreciate their body and health. I’ve seen so many handicapped people make their way into becoming athlete, while normal people waste their time on the couch eating stupid junks”.

So mulai sekarang stop ngeluh tentang berat badan, stop menyesali apa yang sudah kamu makan, stop banding-bandingin ukuran tubuh dengan orang lain. Cukup dengan bersyukur dan mencintai pola hidup sehat.
“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? (mat: 6:25).