Sabtu, 21 November 2015

The Sisterhood of The Traveling Reckless (Part 1)


pemandangan saat perjalanan

The Sisterhood of The Traveling Reckless (Part 1)
Pernah dengar judul film “The Sisterhood of The Traveling Pants”? cerita perjalanan yang bakal saya ceritakan berbeda dengan di film tersebut. Persamaannya adalah sama-sama melakukan perjalanan bersama dengan sahabat.

Pose di Pantai Pok Tunggal




Jojo and Me yeeeeeeew
Trip ini sebenarnya sudah direncakakan kurang lebih 2 bulan dari hari keberangkatan. Bersama sahabat saya yang punya panggilan Jojo (@nath_joo), dari dulu kami punya ketentuan setiap tahun kami harus melakukan traveling bareng. Entah itu ikut versi “open trip” atau ikut “tour and travel” dsb. Tetapi tahun ini kami punya keinginan yang berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya kami pasti ikut “trip agen” yang mana tidak hanya kami berdua pesertanya. Kali ini versi nekat, kami hanya melakukan perjalanan berdua saja. Tujuan traveling kita kali ini adalah kota Jogjakarta.

Kami berangkat di akhir bulan Oktober 2015 kemarin. Menggunakan kereta ekonomi yang turun di stasiun lempuyangan. Kendaraan yang kami gunakan saat sampai di Stasiun Lempuyangan, Jogjakarta adalah dengan menyewa mobil exclude driver

Gn.Sewu National Park
Saya tidak pernah membayangkan kalau saya dan Jojo begitu beraninya traveling dengan menyewa mobil dan menyetir sendiri. Karena hanya Jojo yang bisa nyetir, selama traveling Jojo yang menyetir dan saya yang standby dengan peta. Medan perjalanan yang akan kami lalui ternyata lebih ekstrim dari yang kami baca di internet sebelumnya. Dengan mengandalkan peta elektronik, hari pertama tujuannya adalah Pantai Pok Tunggal, Pantai Timang dan Pantai Wediombo. 

Jalanan yang sangat ekstrim di daerah Kota Wonosari sepanjang Gunung Kidul ada jalanan yang sudah di aspal, ada juga jalanan yang masih baru di semen kasar, ada juga yang berbatuan. Jalanan yang ekstrim bagi kami adalah jika jalananya menanjak, kita tidak tahu setelah itu apakah harus berjalan lurus, apakah belok ke kanan/ke kiri. Sebenernya yang bikin lumayan ngeri adalah ketika menemukan jalananan yang di samping kanan/kiri itu jurang. 

Selfie di Wediombo

Naik ojek di Pantai Timang


Ketiga tempat yang direncanakan untuk dikunjungi di hari pertama, cukup berhasil kami datangi. Hanya saja ada kekurangannya di pantai wediombo. Kami tidak sempat untuk ke tempat kolam alaminya. Karena sampai disana juga sudah menjelang petang. Hal tersebut tidak membuat kami sangat kecewa, karena disana kami dapat menikmati sunset yang indah. 


Pulang dari pantai wediombo, hari sudah malam. Jalanan pun gelap gulita. Tidak ada lampu jalan seperti di kota yang menerangi. Hal tersebut yang tidak kami sangka. Perjalanan kami untuk tiba di hotel seakan-akan ada di ujung belahan bumi mana. Dapat dibanyangkan dari pantai wediombo pulang ke kota Jogjakarta. Mau tidak mau kami harus melanjutkan perjalanan apapun keadaannya. Modal berdoa, berani, nekat dan tidak lupa , kami yakin melakukan perjalanan pulang. 


Jojo and me di pantai timang

Kira-kira jam 07.00 malam. Dibantu penduduk sekitar, mereka member petunjuk jalan alternative menuju Kota Jogjakarta. Jadi jalanan tersebut berbeda saat kami datang. Luar biasa, perjalanan yang tidka pernah kami lakukan sebelumnya. Melakukan perjalanan sendiri hanya berdua di malam hari. Tanpa bantuan petunjuk jalan, tanpa bantuan lampu jalan. Hanya lampu mobil sebagai penerang dan bunyi klakson yang lumayan sering kami pergunakan. Kalaupun ada lampu lain waktu kami melewati rumah-rumah penduduk sekitar. Tetapi itu hanya sesekali dan tidak banyak. Saat perjalanan pulang, kami tidak tahu kanan/kiri jalanan itu jurang atau tidak. Apapun kami tidak tahu karena nggak kelihatan. Kekuatiran saya saat itu jikalau ban mobil ini iba-tiba gembos apa yang dapat kami lakukan ditengah-tengah hutan. 

Kira-kira 2 jam kemudian, akhirnya kami sampai dengan selamat di Kota Jogjakarta. Kami tidak dapat menuliskan bagaimana ekspresi kami saat itu. Perasaan campur aduk berkecamuk jadi satu. Perasaan lega, senang, amazing, capek, lapar dsb. Hanya dapat berkata “Thanks Kidul” & "Kidul I love you".

Pengalaman berharga traveling edisi Jogjakarta dihari pertama. 



gondola tradisional di pantai timang. inframe: Jojo @nath_joo



thanks Kidul @wediombo









Kamis, 12 November 2015

Finally My First Time



Finally My First Time
Tanggal 18 s/d 21 April 2015 salah satu sejarah dalam hidup gw menginjak negara orang. Kuala Lumpur, Malaysia si negara tetangga kita. Berhubung gw dibesarkan dalam keluarga yang sederhana di tanah air Indonesia, jalan-jalannya belum pernah ke luar negeri. Berawal dari tiket promo, gw dan ke-4 teman gw memutuskan untuk membeli tiket tersebut. Persiapan cukup nggak lama-lama juga dan nggak sebentar juga, intinya nggak terasa. Hanya sekitar 7 bulanan dari tanggal pembelian tiket pesawat.
Ini nggak hanya pertama kalinya buat gw nginjak negara orang, tapi pertama kalinya juga ngeTrip nggak pake travel tour atau jasa trip sejenisnya. Modal googling sebelum berangkat itulah yang jadi pegangan. Disiapin kita print (takutnya kan di LN kita lagi nggak bisa pake internet kalau nggak ada wifi), mulai dari objek tempat yang akan kita kunjungi, transportasi sampai dengan harga-harganya, peta menuju hotel dan lain-lain. Dirasa udah cukup matang dengan persiapan itu, nyatanya pas disana…
Pas sampai di KL, tetap menggunakan the power of bertanya, haha. Dari bandara menuju hotel yang terletak di area bukit bintang, dengan menggunakan bus menuju central KL (kalau tidak salah), hehe. Sesampainya kita dari central KL, celingak celinguk lagi deh tuh. Karna terminalnya ternyata langsung nyambung ke mall yang besar. Trus dengan penampilan kucel nan kampungan kami ber-4 sambil dorong-dorong koper dan pengunjung mall yang lainnya rapi dan wangi. Kami mencari statiun MRT yang terletak sekitar mall tsb. Disayangkan, gw lupa apa nama mallnya. Dengan perjuangan dan urat malu yang sudah diputuskan, akhirnya kami menemukan statiun MRT tsb xD
Nah, membeli tiket masuk pastinya beda dengan yang ada di Indonesia khususnya Jakarta. Kalau di Jakarta kita masih bisa beli tiket di loket dan dilayani oleh orang. Lah ini di KL dilayani oleh mesin. Sebelum memencet-mencet mesin tiket, kita pasti baca dulu intruksinya. Akhirnya masalah mesin nggak membuat kami terlalu kesulitan. Bisa diatasi walaupun awalnya rada norak. Setelah kami membeli tiket, dengan mendorong-dorong koper kami naik tangga dan turun tangga untuk menuju MRT. Coy, di Jakarta nggak pernah sekuat itu ya angkat-angkat koper naik turun tangga untuk naik transportasi umum xD luar biasa buddies. Bersyukur gw pribadi masih suka nge gym, nggak kaget-kaget banget lah ini otot. Tapi temen-temen gw yang lain ya wasalam, haha. Bisa kuat karna terpaksa, itu lebih tepatnya. Belum lagi pas di MRT, berdiri karna nggak dapet tempat duduk. Boro-boro dapet tempat duduk, penuh banget ternyata. Tapi syukurnya AC MRT nya dingin. So, nggak bikin kita sesek. Tapi pengalaman pertama juga bawa koper naik MRT yang penuh dengan orang-orang. Bayangin aja rame orang kayak begitu takut kejadian elu-nya bisa masuk MRT, koper lu yang ketinggalan. Atau koper lu bisa masuk MRT, lah elu-nya yang ketinggalan xD
Sampai di statiun bukit bintang, masih banyak ternyata “tugas rumah” kami ya. Nyari dimana letak hotel yang sudah kami booking sebelumnya. Nanya security di dekat mall samping statiun ternyata dia nggak tau itu hotel dimana. Perasaan hotel yang kita pesen masih hotel bintang 4, lumayanlah masa’ sih itu security nggak tau. Akhirnya the power of bertanya nggak hanya ke security aja toh. Masih bisa nanya sama siapa aja ornag yang lagi lalu lalang di trotoar xD finally kami tiba juga di hotel tersebut. Lega rasanya bisa lurusin badan dan mandi. Perjalanan yang cukup menantang yang nggak cukup untuk diceritakan.
Malam minggu disana, kita nggak jauh-jauh dulu mainnya. Yang bisa dijangkau dari hotel kami adalah mengunjungi KLCC. Kayaknya belum resmi nginjak KL sebelum photo di KLCC. Sekitaran situ rame bangt orang-orang. Ada yang pacaran, ngumpul sama temen-temennya. Nggak jauh beda suasananya kayak di monas, Jakarta. Bedanya di KLCC memang gw akui lebih tertib orang-orangnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Hari berikutnya yaitu hari minggu tanggal 19 April 2015. Tujuan pertama kita adalah ke batu cave. Jujur aja ya tujuan utama gw ke KL cuma mau ngeTrip ke batu cave aja, haha. Pernah liat batu cave di Tv, gw kira itu letaknya di Bangkok. Ternyata di Malaysia. And saat itu dalam hati gw berkata, suatu hari nanti gw bakal jalan-jalan batu cave. Gw yang paling smangat naik tangganya sampe atas, gw duluan nyampe juga, haha. Temen-temen gw kasian pada ngos-ngosan. Ada 1 ornag teman kami yang nunggu di bawah karna bener-bener nggak mau naik. Akhirnya kesampaian juga ya gw ke batu cave, yang waktu itu Cuma liat di Tv, hahahiii. Perjalanan selanjutnya gw nggak terlalu “peduli” dalam artian, its okey gw ngikut aja. Namanya juga jalan-jalan bareng temen, nggak mungkin tujuan yang akan dikunjungi semuanya atas kemauan kita. Stelah itu kita ke genting air. Gw pribadi nggak ada yang terlalu menarik disana. Yang menarik itu adalah naik kereta gantungnya kalau disana namanya Genting Skyway. Menarik banget naik genting skyway ini. recomended bagi yang kesana. Karna selama 15 menit lu bakal dimanjain dengan pemandangan hutan-hutan. Aaaaahhhh, hijau natural brasa liat surga. Luar biasa ciptaan Tuhan.
Nggak terlupakan sih ceritanya kita kehabisan tiket bus dari genting air menuju KL central. Isunya sengaja, agar teksi-teksi kebagian jatah. Pas nawar-nawar harga, kita dapat teksi yang lumayan masuk di budgetnya kita. Eh pas di parkiran ternyata teksinya mobil tua, hahaii. Mau nggak mau kan yah, sudah deal toh. Bunyi mobilnya yang kayaknya berat banget, apalagi pas ada tanjakan, yah diminta untuk “mengheningkan cipta’ sejenak. Kondisi mobil yang terbilang “kurnag oke” nggak menghalangi gw untuk tetep molor sepanjang perjalanan pulang :D
Sisa 2 hari kedepan kita nggak ada ngunjungin tempat-tempat wisata. Lebih tepatnya ngeTrip kali ini tuh ngeTrip ala city tour. Nggak jauh-jauh deh ngunjunginnya ke mall, ke tempat seperti china town, petailing street dsb. Cukup bikin shock kalau di KL elu udah nawar harga ke penjual, kalau lu nggak jadi beli jangan heran mereka akan “terkesan” maksa untuk lu jadi beli. Agak beda sama di Jakarta, rata-rata kalau nawar and then nggak jadi ya udah seperti angin lalu aja. Kalau di KL khususnya di petailing street, ampun deh lu bagaikan berhadapan sama “preman”, haha. Udah gitu kalau kita cuma nunjuk tanpa ingin megang barangnya, bakalan dipaksa sama penjualnya untuk nyentuk tuh barang. Jadi lu kalau nawar nggak Cuma sekedar nawar, jadi kayak ada beban moral buat jadi beli karna penjualnya udah ngambil susah-susah tuh barang, hihi. Walaupun yah kita udah bilang “nggak usah di ambil, masih mau nanya”. Siapa suruhlah nggak pake bahasa melayu, mungkin penjualnya kurang ngerti bahasa Indonesia :D
Kejadian paling lucu menurut gw ketika gw nanya ke satu toko yang ada di petailing street, sebenernya sih iseng nanya sambil nunggu 2 temen gw yang masih jalan lumayan jauh di belakang. Pas gw nanya harga tuh tas 45Rm. Gw langsung mikir, mendingan gw beli di mall yang harganya nggak jauh beda dari situ tapi dengan merk yang lebih jelas dan kualitas cukup baik. Stelah gw Tanya, nggak mau gw nawar lagi. Nggak doyan nawar harga x eh si “pak cik muda” itu kayaknya merajoklah karne gw nggak jadi beli dagangannya. Dia ngomonglah tuh ke gw bilang dengan nada kurang enak “bisa di tawarlah. Nak berape? 40Rm? 35? 30? 25? 20? 15? 10? 5? 1?”. Dan ekspresi gw cuek aja, haha. Abis itu si penjual langsung masuk lagi ke tokonya. Sebenernya dia ngomong kayak gitu udha pengen buat gw mau ngakak. Cuma gw tahan sih, syukur bisa nahan ngakak :D yah begitulah culture dunia shopping disana. Lagi-lagi dapat pengalaman seru tak terlupakan.
Saat belanja belinji nggak sedikit gw bertemu dengan orang Indonesia yang kerja disana. Misalnya mereka jualan nasi ala padang disana maupun menjadi penjaga toko-toko di mall. Untuk kondisi lalu lintas yang ada disana, gw salut lah. Dibandingkan dengan ibukota kita memang masih jauh. Tertibnya itu loh, baik itu pejalan kaki, teksi, MRT, motor, kereta dll. Untuk di wilayah bukit bintang dan sekitarnya di hari kerja gw nggak nemuin yang namanya macet. Tapi gw nggak tau untuk wilayah yang lain. Tapi wilayah bukit bintang dan sekitarnya bener-bener nggak macet. Transportasi kami disana sering menggunakan Go-KL. Transportasi Go-KL ini seperti busway dan ini gratis nggak pake bayar. Kalo mau yang bayar ada kok namanya Rapid-KL. Nah kalo jalan-jalan kesana tinggal pilih aja nih guys mau yang mana. Resikonya kalo Go-KL di hari kerja itu sore ke malam lumayan padet. Nggak jauh beda kayak Jakarta, kalo udah rame orang di dalam bermacam aroma bakal menyerang, hehe. Cuma ketolong sama AC di sana slalu dingin. Musik yang kita dengarkan pun seperti music yang kita dengerin di sini. Gw naik Go-KL lagu yang diputar lagu cita-citata “sakitnya tuh disini”, hahaha. Spontan gw joget aja secara kan pada nggak kenal gw ini. Palingan juga diomongin, hihi. Bus Go-KL ini ada 2 line. Yang satu purple line dan yang satu green line. Di setiap halte, ada keterangan route masing-masing line. Jadi jangan takut biar nggak nyasar. Sekedar informasi, untuk membedakan bus Go-KL antara purple line dan green line adalah terletak pada layar paling atas bus. Ada tulisan berjalan di layar depan atas bus tsb. Bukan dilihat daru warna cat busnya. Karna pengalaman gw akhirnya nyasar, haha gegara salah paham. Kita kira warna cat yang purple itu adalah yang purple line. Sempat salah naik yang pada akhirnya kita naik yang green line -,-“ ternyata Go-KL purple line dan green line itu warna catnya sama-sama purple x’D
Tinggal 4 hari di negara orang dan pernah nyasar ataupun dapat transportasi kurang oke itu adalah pengalaman seru bagi gw. Dengan bahasa yang terkesan “aneh” dan lucu-lucu untuk dibaca. Nggak ada yang gw sesali sedikitpun. Seru sama menyiksa memang terkadang beda tipis. Tapi pengalaman seru itu yang mungkin belum tentu terulang lagi, menjadikan hidup kita penuh dengan kenangan dan pembelajaran yang indah. Bahkan hal-hal tersebut ingin terulang lagi. Pulang ngeTrip pasti gagal move on. Pasti pengen mundurin waktu lagi ke masa-masa itu. Thanks KL & my friends. Trip ini sebagai apresiasi buat diri sendiri di bulan dimana gw berulang tahun beberapa hari sebelum berangkat ke KL. From KL, gw sangat merindukan milo ice buatan pak cik yang jualan di ruko depan hotel. Rasanya kece badai banget, endeuuss cuy kalo kata anak jaman kekinian.


GENTING SKYWAY


yang penting nggak lari dari kenyataan


*teksi : sebutan taksi di KL

Rabu, 10 Juni 2015

Perjuangan Pengorbanan

apa yang kita pikirkan tentang pengorbanan ? perjuangan ?

sesuap nasi yang kita makan setiap harinya itu adalah salah satu dari sebuah perjuangan & pengorbanan. hanya saja kita jarang menyadari hal tersebut. bisa dikatakan pengorbanannya adalah waktu. memasak atau membeli sesuap nasi butuh waktu. cara mendapatkannya juga harus dengan perjuangan melalui bekerja. oleh sebab itu, setiap sesuap makanan yang bisa dinikmati setiap hari tanpa harus bersusah payah adalah suatu hal yang sangat kita syukuri.

seperti itu juga hal nya dengan kebahagiaan, hal tersebut juga harus diperjuangkan. kebahagiaan yang sejati sudah berasal dari Tuhan. tetapi untuk hal yang membahagiakan, butuh adanya perjuangan dari kita.

jika kita bahagia mendapatkan mutiara yang indah, kita harus berjuang dan berkorban menyelam sampai ke dasar laut yang paling dalam.
apa yang bisa kau dapatkan hanya di permukaan laut ? 

Harus:
rela gelap-gelapan, rela basah, rela capek-capek ^^

cinta, cita dan impian, haruslah terus diperjuangkan dan ada pengorbanan.

"Chase your dreams, stay focused and do what you need to do. Do your best and let God do the rest" 

Wisuda Pascasarjana 280515



by: riuw
10 Jun 2015 

Jumat, 10 Oktober 2014

Woman Inspirator : Fillia Damai



Kali ini gw ngobrol-ngobrol dengan Fillia. Fillia ini adalah salah satu peserta FEC ke 2 (Event yang diadakan komunitas tempat dimana gw bertumbuh). Semenjak itu terjalin persahabatan sampai saat ini. Fillia ini adalah sosok sahabat yang rame, humoris dan sabar banget. Gw salah satu pengagum beliau (ceilah beliau) xD. Gw bangga jadi temennya dia. Salah satu hobby filli sama dengan gw yaitu menulis. Perbedaannya tulisan filli jauh lebih berkualitas dibanding gw #hahaha. Gw banyak belajar dari tulisan-tulisan yang dia buat. Gw juga suka dengan teman baik gw yang satu ini juga suka dengan olahraga (apalagi awal tahun 2014 ini gw sadar akan kesehatan dengan berolahraga) xD. Kekuatan dalam hal melakukan misi yang menjadi impian itu sebabnya Tuhan menaruh kepercayaan kepadanya untuk menjalankan sebuah misi di negara United Kingdom (UK). Seperti apa perjalanan dan proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupnya, yuk kita simak hasil obrolan dengan wanita yang dipakai Tuhan dengan luar biasa ini.

1.       Filli lagi sibuk apa selama mudik di negara tercinta Indonesia ? :D
Sembari nunggu visa jadi, saya sekarang mempersiapkan draft untuk buku ke-2 dan ke-3 saya. Saya juga memanfaatkan waktu di Jakarta untuk meet up dengan keluarga besar dan sahabat.
Me, Jojo & Fillia
  
2.       Setelah melihat kondisi Indonesia khususnya Jakarta saat ini, apa yang menjadi harapan Filli ?
Wah kalo ngomongin bangsa, saya bisa curhat panjang pake drama pula. Ga usah panjang-panjang yak, langsung saja. Sejujurnya saya optimis bangsa kita akan semakin sejahtera. Kenapa? Karena kepala negara itu berperan penting. Saya bersyukur sekali atas terpilihnya Bpk. Jokowi sebagai presiden. Dengan beliau sebagai kepala, saya percaya orang-orang yang memang memiliki hati untuk rakyat akan bermunculan.

3.       Sharing dunk Filli, proses perjalanan kok bisa “terdampar” di UK ? xD
Sebenarnya ini perjalanan panjang yang berawal sekitar 8 tahun lalu sewaktu kuliah di STT Jakarta. Kampus mengirim saya ke beberapa wilayah di Indonesia untuk pelayanan sekaligus penelitian. Baik di kota maupun di pedalaman. Sejak itu saya mulai menemukan panggilan di bidang misi. Di tambah lagi momen-moment saat bertemu dengan misionaris Korea yang mengajar Teologi Misi di kampus kami. Beliau sekaligus menjadi dosen pembimbing skripsiku, yang kala itu mengangkat soal peranan Media Sosial dalam misi.
Panggilan bermisi semakin kuat setelah saya lulus dari STT Jakarta. Tahun 2011, isteri pendeta saya merekomendasikan saya untuk jadi relawan di komunitas orang-orang berkebutuhan khusus di U.K., tempatnya melayani dulu. Saya coba mendaftar tapi gagal di sesi wawancara via telepon karena kemampuan lisan Bahasa Inggris masih kurang. Sedih juga sih, apalagi kala itu saya sudah mengundurkan diri dari salah satu sekolah swasta ternama di Jakarta. Jobless deh.
Lalu (ex)dosen pembimbing skripsi saya, yang saat itu sudah kembali ke Korea Selatan, menyarankan agar saya ikut DTS di YWAM Australia untuk belajar misi sekaligus mengimprove Bahasa Inggrisku. Tapi pada akhirnya aku mendarat di YWAM Filipina. Dan lewat program misi di sanalah panggilanku semakin dikuatkan. Lagi dan lagi. Pengalaman yang paling gak bisa dilupakan adalah saat mission trip di Vietnam. Di sana kami melayani di sebuah coffee shop  yang memfasilitasi teman-teman berkebutuhan khusus untuk bekerja di tempat itu.
Tahun 2012 kembali ke tanah air. Berbekal hati untuk bermisi dan pengalaman melayani anak berkebutuhan khusus, saya kembali mencoba mendaftar untuk ke U.K, dan pada akhirnya saya diterima setelah aplikasi diterima dan wawancara via Skype. Tahun 2013 mendaratlah saya di U.K. dengan iman bahwa Tuhan membawa saya sampai negeri itu karena sebuah alasan.
Bersambung....,  (Hahaha, berasa nulis cerbung jadinya.)
Fillia at Oxford

 4.       Ceritain dunk bentuk pelayanannya seperti apa dan mengapa Filli memutuskan untuk pelayanan disana ?
Jadi di sana saya benar-benar hidup berdampingan dengan orang-orang berkebutuhan khusus dewasa. Usia mereka berkisar antara 27-50 tahun. Saya tinggal seatap dengan mereka dan bekerja satu ‘kantor’ dengan mereka. Intinya sih bagaimana kita mendukung mereka agar mereka mandiri, both in their life skill and professional work.  Untuk life skill, aku mensupport mereka bagaimana mengatur jadwal, keuangan, hygiene, dan skill lainnya tergantung dari kemampuan. Misalnya, ada yang suka masak, ada yang senang menulis blog, dll. Sedangkan di tempat kerja, saya bekerja di teater dan weavery.

5.       Kesulitan, tantangan dan suka duka apa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan Filli selama melayani di UK ?  dan apa yang menjadi dampak bagi kehidupan Filli pribadi ?
Tantangannya itu budaya minum, party dan seks bebas. Seks itu murah sekali di sana. Sekali bertemu dan minum kopi pun bisa berujung seks. Teman-teman saya dari Asia pun menganggapnya lumrah. Jadi saya merasa ‘aneh’ sendiri. Itu tantangan besar..bagaimana berelasi tanpa terjerumus dengan budaya di sana.
Selama setahun melayani di sana, tak jarang saya kehilangan fokus. Saya sempat bertanya-tanya ‘Kenapa saya di sini, buat apa ngerjain hal remeh temeh gini. Padahal kalau di Jakarta saya mentraining orang, khotbah di gereja-gereja, dsb.’ Kalau udah kepikiran gitu, rasanya mau langsung balik ke Jakarta. Tapi dari pengalaman itu saya belajar untuk mendisiplinkan pikiran dan tetap taat.
Kalau di list satu-persatu pastinya masih banyak tantangan dan suka duka selama di sana. Tapi saya mensyukuri semua itu. Karena justru lewat masa-masa itulah saya semakin dibuat heran akan kesetiaan Tuhan yang nggak putus-putus.

6.       Saya tahu banget gimana rasanya jadi “anak rantau” :D apalagi Filli “merantau” / melayani antar negara (jauh kali lah) xD. Hal apa yang membuat Filli tetap teguh dan bertahan di dalam Tuhan terutama selama berada jauh dari keluarga ?
Saya selalu mencoba melihat gambar besarNya saja. Saya selalu imani apa yang saya kerjakan saat ini merupakan proses Allah membentuk saya untuk pelayanan yang berikutnya. Kalau fokus ke situ saya selalu dapat kekuatan baru.. restored! Dan saya yakin, doa orangtua juga ambil andil menguatkan saya selama ini.

7.       Apa yang menjadi rencana atau impian terbesar Filli kedepan ?
Salah duanya saya ingin mendukung kemandirian teman-teman kita yang berkebutuhan khusus di tanah air, dan aku ingin lebih serius lagi menulis. Oh ya, saya berencana untuk studi Music Therapy di tahun kedua saya di U.K. Tolong didoakan juga.

8.       Filli, kasi sedikit kata-kata bijak atau pesan untuk menginspirasi kita semua dunk. khususnya bagi anak-anak muda agar mau selalu bertumbuh dan terus maju hidupnya dimanapun dan apapun yang dikerjakan untuk kemuliaan nama Tuhan dan jadi berkat bagi sesama.
Rasanya kata-kata gak akan cukup untuk menularkan inspirasi karena kita butuh teladan. Tapi karena diminta ninggalin pesan.. mau pesan nasi goreng aja deh, bisa? Hehehe.
Kita tak bisa memaksa sekitar kita untuk setuju dengan iman kita. Tapi kita bisa menunjukkan buah dari iman kita untuk meyentuh mereka. 
Me & Jojo meet up for Fillia :* {}


Biodata
Nama lengkap: Fillia Damai Restuti          
Nama panggilan: Fillia
TTL: Jakarta, 25 Juni 1987
Aktivitas: Supporting people with learning disabilities, Writing
Hobi: Book (read & write), Music, Art, Traveling  
Ayat favorit: Hebrews 11:40 ; 1 Samuel 15:22
Buku favorit: The Dream Giver; If You Want to Walk on Water You’ve Got to Get Out of The Boat
Website:  http://www.womanofcourage.net