Minggu, 18 November 2012

Babelan Ujung Utara Indonesia

Suatu daerah yang cukup asing di telinga saya mendengar kata babelan. Tetapi hal itu menjadi tujuan utama saya dan teman-teman sekelas (teman kampus program strata 1). Salah satu teman baik kami melangsungkan akad nikah dan resepsinya sabtu yang cerah merona kala itu. Persiapan untuk menuju ke tempat tujuanpun sudah dipikirkan dan dikemas seminggu sebelum waktunya. Mulai dari pencarian serta pengaturan akomodasi, mendata siapa saja yang hadir, meeting point dimana dsb. Awalnya, saya hanya berpikir bahwa saya dan teman-teman mau kondangan (ke undangan) di daerah bekasi. Jujur saja jika mendengar kata bekasi, saya cuma tau soal MM (Metropolitan Mall). Selebihnya, saya nggak tau menau tentang bekasi city. Sabtu sebelumnya saya menghadiri resepsi pernihakan salah satu sahabat saya di daerah harapan indah bekasi. Omigot!!! Jauh banget ditambah macet. Hal yang rumit untuk dilalui dengan kurang lebih 3 jam perjalanan dari terminal kampung melayu. Nah, yang kondangan ke babelan, apa kabar? Itu daerah bekasi juga loh. Nah loh bekasi again, eng ing eng........

***
 
Brangkat kurang lebih dari kuningan jakarta kira-kira pukul 13.30 WIB menuju Babelan, Bekasi Utara. Smangat yang membara masih terlintas dalam diri kami dan berkata “titi, kami dataaaaaaannngg”, seruan dari teman-teman. Belom apa-apa, di jalan H.R Rasuna Said aje udah macet >.< pas udah masuk tol juga macet. Mencapai garis finish tol barat bekasi dengan cepat pun hanya jadi mimpi. Bercerita, bercanda, tertawa dan curcol menjadi hiburan kami di mobil pada saat macet di tol. Jakarta, kapan sih nggak macet? Tapi sabtu itu macetnya memang bisa dibilang kebangetan. Cocok dengan sebutan kalo ada kata diatas kata “parah”. Zzzzz beberapa jam kemudian tiba di tol bekasi barat. Hati kami sedikit lega campur haru karena akhirnya keluar juga dari parkiran gratis. Kami smua melakukan meeting point ulang, bertemu di titik RS Hermina berhubung rombongan jadi 3 mobil.

***
 
Iyess, siap-siap brangkat menuju tempat utama yaitu gedung PGRI Babelan. Cewek-cewek termasuk saya mengoles ulang bedak serta lipstik di bibir. Maksud hati biar sampai disana tampak masih rapi dan segar. Membuka peta lokasi tujuan untuk mempermudah perjalanan. Dibenak kami, dari tol barat bekasi kira-kira paling lama 1 jam perjalanan. Nggak jauh-jauh dari tol tersebut, kalo liat peta. Mulai ketemu statiun bekasi, kami smua udah nggak sabar nyampe disana berhubung perut kami semua sudah pada konser rock n’ roll alias laper coy. Karena lihat di peta, dari statiun bekasi tinggal luruuuuussss abis itu ketemu kantor camat Babelan belok kiri abis itu belok kanan nyampe deh. Easy, right?!! Ternyata kenyataannya tidak selurus yang ada dalam peta, hahaha. Jalanan yang cuma satu jalur, ada jalanan yang ditutup ditambah macetnya lebih parah daripada di tol pake harus muter balik karena nyasar, intinya takjub deh sama perjalananya. Sepanjang perjalanan hal yang kami bisa lakukan adalah seperti yang kami lakukan sebelumnya. Bercerita, bercanda, tertawa sambil bersabar menemukan lokasi resepsi itulah yang menjadi hiburan. Melewati gunung lewati lembah, persawahan, taman kebalen, toko-toko alfamart, rumah-rumah penduduk, sampai melewati summarecon river side alias pinggir kali (kali = sungai), kabel listrik yang tergantung tidak tinggi tapi dibawah dekat dengan tanah, kami nikmati seperti perjalanan wisata ala koper dan ransel. Khusus para cewek-cewek dandanan, dress, rambut serta make up bukan prioritas yang sempat untuk diperhatikan. Keinginan kami cuma satu yaitu cepat sampai tujuan. Slama perjalanan, kami memperhatikan janur kuning yang terpasang. Kali aja tulisannya adalah nama teman kami. Ternyata dari sekian banyak janur kuning yang terpasang, bukan nama dari teman kami, melainkan ada yang membuat kami tertawa karna di janur kuning tersebut tertulis nama “meox”. Sekali ini saja ke daerah Babelan sudah mau nyerah rasanya. Kami hanya berpikir, selama ini teman kami yang nikah kantornya daerah kuningan jakarta bolak balik dengan mengendarai motor apa kabarnya yah :D bisa kuat loh, mantab nggak tuh.

***
 
Finally, yang nyetir yang tak kenal kata menyerah kami tiba juga di gedung PGRI Babelan. Akhirnyaaaaaaaaaa!!! Wajah dan dandanan sudah berubah. Sudah nggak bisa ngitung berapa jam perjalanan dan sampai jam berapa kami pada saat itu. Dress harusnya di seterika lagi karena kusut. Rambut ada yang megar, wajah ada yang muka mabuk, datar, bantal, bengong dsb. Beruntung nggak semua makanan sudah habis. Turut berbahagia, haru campur kecapean dijalan saat memeluk teman baik kami yang sudah resmi menikah. Saat saya berpelukan sama titi sang pengantin wanita dan dia berkata “duuhh jauh ya tempatnya”, saya hanya bisa berkata di dalam hati “yang penting sekarang udah nyampe *haha”. Orang kedua yang menyusul menempuh hidup baru dari kelas 1205. Pastinya personel yang lain ingin segera menyusul moment tersebut suatu hari nanti *uhuk*.  Kami makan sekenyangnya, kami puas-puasin photo. Photo-photo bersama pengantinnya maupun photo di luar gedung. Nggak mau melewatkan moment indah apalagi untuk sampai di tempat tersebut penuh dengan perjuangan dan kebetulan memang hari itu adalah hari pahlawan. Kami lah para pejuang-pejuang dari jakarta – babelan *dramatis*.
Titi's Wedding 10-Nov-2012 @ Babelan, Bekasi Utara
 
Perjalanan pulang, nggak jauh beda dengan perjalanan datang. Malah lebih parah lagi macetnya. Tadinya, kami ada 2 undangan. Undangan yang satu lagi, kakak dari salah satu teman baik kami melangsungkan resepsi pernikahan juga. Dengan berat hati karena keadaan yang sangat teramat tidak memungkinkan, kami membatalkan untuk pergi kesana. Perjalanan pulang, impian kami hanyalah minimal bertemu kembali dengan mulut tol bekasi barat, apalagi baru stengah jam meninggalkan lokasi perut kami pun kembali konser slow rock alias lapar lagi!!!. Zzzzz beberapa jam kemudian, kami melihat lampu-lampu jalanan, metropolitan mall, giant dsb rasa haru campur bahagia melihat ‘kota’ kembali. Welcome to the earth guys, kata seorang teman. Macam dari planet mana pulak lah kami barusan, haha. 

***
 
Mendatangi 2 kondangan sekaligus hasilnya cuma berhasil 1 kondangan, batal jalan-jalan pulang dari kondangan, batal nonton skyfall bareng tetapi nggak batal makan malam bersama. Perjalanan panjang, melelahkan, menakjubkan ditutup dengan makan malam bersama. Intinya sabtu itu menghabiskan waktu untuk 1 kondangan saja menghabiskan waktu 12 jam dan kami berharap tidak ada lagi salah satu dari kami yang melangsungkan pernikahan di daerah babelan. Mendengar kata kota bekasi pun kayaknya jadi galau duluan. Babelan’, lebih dekat ke Kalimantan Barat dibandingkan kesana. Tapi demi salah satu teman baik kami, kami turut berbahagia atas pernikahannya sehingga dibela-belain untuk datang. Kerbersamaan dengan teman-teman sekelas 1205 yang sudah lama nggak bertemu jadi terasa lebih lama karena perjalanan yang panjang. Memiliki teman-teman mempunyai hobby serius bercanda daripada serius marah-marah menjadikan perjalanan seru yang tak terlupakan buat kami smua. Sekali lagi perjalanan jauh, seru, menyenangkan dan kebersamaan rekan-rekan 1205 tidak pernah bisa tergantikan oleh apapun.
Next, dimanakah lokasi resepsi? Ditunggu ya undangannya. Kalo bisa jangan di daerah bekasi lagi, hahaha (just kidding). 

Selamat menempuh hidup baru Titi dan Asep

Jakarta, 15-Nov-2012 ; 02.00 pm
-Ria Sinaga-  

Minggu, 21 Oktober 2012

Cobalah Mengerti


Setelah menulis tentang bachelors party dalam tulisan what a perfect last Friday night, akhir-akhir ini saya lagi suka dengerin lagu dari Noah feat Momo Geisha yang berjudul cobalah mengerti. Rata-rata udah pada pernah denger dunk lagu cobalah mengerti versi si Momo, berhasil dinyanyikan dengan karakter sendiri lepas dari karakter penyanyi aslinya sehingga memiliki ciri khas atau keunikan masing-masing.

Bukan soal Momo Geisha ataupun Noah yang menjadi topik utamanya. Saya terkesan dengan judul lagunya “cobalah mengerti”. Minggu ketiga di bulan ini bisa di bilang minggu yang cukup berat buat di lalui. Mama opname di rumah sakit dari minggu lalu dan saya mendapatkan shocking soda dari hari pertama saya bekerja. Bersyukur kepada Tuhan adalah hal yang slalu membahagiakan hati saya dan damai sejahtera serta sukacita menguasai hati & pikiran ini. Sakit, mungkin kata ini adalah hal yang biasa. Masuk rumah sakit rawat inap karena sakit, hal ini sering saya alami ketika masih balita, masa anak-anak, remaja hingga dewasa. Hal yang bikin nggak biasa, kalau orang yang kita kasihi baru masuk rumah sakit rawat inap di bulan lalu harus jatuh sakit dan di rawat inap kembali di bulan berikutnya. Masalahnya bukan ada pada pertanyaan ‘kenapa’ tetapi untuk apa hal ini di ijinkan terjadi. Saya ‘mencoba mengerti’ dengan keadaan saat itu. Thanks God, akhirnya mama sudah bisa pulang dari rumah sakit dan kondisi kesehatannya yang mulai pulih dan dipulihkan.

Hal yang selanjutnya adalah hari pertama saya bekerja, semangat yang membara disertai deg-deg’an unyu-munyu. Bekerja di sebuah perusahaan dengan nama besar pasti menjadi kebanggaan tersendiri. Tetapi pernahkah terlintas jika perusahaan yang mempunyai nama besar tersebut memiliki sistem manajemen kinerja yang masih manual? Sistem pembukuan keuangan yang ngurusin dua PT sekaligus masih menggunakan manual system. Oke fine, selama saya ‘bisa’ walaupun nggak ‘cinta’, akan saya kerjakan sampe seberapa kuat. Saya terinspirasi dari kata-kata whatever you do, work at it with all your heart, as working for the Lord. So sweet, bukan.

Seni tersendiri pengalaman hari pertama saya bekerja di kantor ini ‘my first day is closing day’. Mungkin agak ambigu sama kalimat bahkan ada yang bingung saat membaca kalimat tersebut. Dunia kerja bagian finance itu ada istilah closing. Closing ini maksudnya adalah tutup buku. Artinya merekap semua transaksi yang telah di proses selama seminggu kemarin (tutup buku ada yang setiap minggu, ada juga yang setiap bulan). Karena manual system, jadinya agak repot. Dokumen yang menggunung yang harus di rekap dan ditanda tangani pihak-pihak tertentu. Hari pertama yang saya belum mengerti apa-apa dengan manajemen atau ‘model’ pembukuannya seperti apa menuntut saya untuk mengikuti alur kinerja team work yang ujung-ujungnya ngajarin kilat dan harus mengerti secara kilat juga. *nyengir*. Serasa lari maraton sejauh berapa kilometer gitu. Pokoknya bingung deh ngerespon keadaan pada saat itu. Bingung antara mau ngakak sama mau nangis. Rasa syukur lebih besar daripada rasa ngeluh itu membuat saya bisa berpikir ‘cobalah mengerti’. Belajar mau mengerti daripada menuntut untuk dimengerti. 

Bagaimana dengan lingkungan kerja dan orang-orang di dalamnya? Pernah membaca artikel salah satu blog pribadi seseorang yang judulnya ‘teman’. Tulisan tersebut membuka pikiran dan energi positif bagi saya tentang per-temanan. Tulisan ini secara garis besar mengatakan jangan terlalu serius dalam berteman. Maksudnya begini, ada lebih dari 3 miliyar orang yang hidup di dunia ini bisa dijadikan teman. Teman masa lalu tak bisa memberi pengetahuan masa kini, teman masa depan hanya bisa mendengar cerita masa lalu mu ( http://dannioo.com/2011/07/02/teman/ ). Belajar dan sudah mengevaluasi pengalaman buruk masa lalu dalam dunia pertemanan di kantor atau dunia kerja bagian accounting, tax, finance dan kawan-kawannya, memutuskan untuk tidak terlalu serius dalam berteman. Profesional kerja sangat dibutuhkan dalam pekerjaan. Kalau tidak begitu, bagaimana caranya dapat menghasilkan kinerja yang maksimal. Kenyamanan saat bekerja juga pasti dibutuhkan siapa saja. Cukup banyak case dari teman-teman yang bercerita soal masalah dengan rekan kerja yang kadang akarnya hanya dari persoalan sepele yang dibikin jadi berlebihan sehingga menghasilkan kata lebay, emosi meledak adalah hasil akhirnya. Ngeri, bukan? Saya pun nggak begitu ngurusin soal sifat/karakter yang dimiliki oleh teman-teman serekan kerja selama itu masih bisa diajak kerja sama. Masing-masing orang mempunyai karakter dan proses tersendiri dalam peningkatan kedewasaannya. So, berusaha memaklumi saja jika ada yang kurang berkenan. Fokus pada prioritas pekerjaan harus selesai tepat waktu dengan penuh rasa tanggung jawab. Kayaknya buang-buang waktu jika berpikiran negatif tentang orang lain. “Pikiran-pikiran negatif yang muncul mengenai orang lain, bisa menjadi pencuri sukacita terbesar dalam menjalani hari-hari. Ada kalanya, lebih baik kita memutuskan untuk tidak mengetahui apa yang tidak perlu kita ketaui. Agar kita dapat fokus untuk maju ke masa depan dan menyerahkan kepada Tuhan sikap orang lain terhadap kita yang tidak dapat kita ubah (by: @ferryfelani )”. Lagi-lagi ‘cobalah mengerti’ dengan hal tersebut. Berteman memang tidak selamanya harus bareng-bareng terus. 

Ke-tidak terlalu seriusan dalam berteman bukan berarti tidak peduli alias cuek terhadap sesama manusia. Perhatian yang wajar serta bijak menempatkan diri menjadikan suasana tetap hangat. Terkadang tidak dipungkiri dalam keadaan berat yang dihadapi, manusia butuh teman untuk didengar bukan hanya mampu untuk mendengar saja. Tapi entah kenapa, keadaan genting terkadang teman baik maupun sahabat pasti tidak ada waktu atau berhalangan untuk bertemu mendengarkan curhat. Hal tersebut akan terlintas dalam pikiran bahwa kalau kita itu slalu ada buat mendengarkan curhatan teman maupun sahabat, bahkan kadang ada hal yang dikorbankan untuk mendengarkan selembar curhat. Namanya cewek, kalau punya masalah enaknya itu curhat. Ada yang dengerin aja udah berasa lega gitu. Lagi dan lagi ‘cobalah mengerti’ bahwa teman dan sahabat juga punya dunianya sendiri. Mungkin lebih sering dirasakan kadang datang jika membutuhkan dan pergi ketika lagi senang. Mencoba mengerti jauh lebih baik daripada larut dalam kekecewaan. Kalau kata dannioo.com “hanya akan merontokkan rambut dan melubangi hati” jika hal itu terjadi. 

Kita nggak bisa memaksakan keadaan dan kondisi slalu seperti yang kita inginkan. Ada kalanya keadaan yang nggak enak di ijinkan terjadi tujuannya pasti untuk kebaikan diantaranya meningkatkan karakter yang lebih kuat dan dewasa dari sebelumnya. Fokus pada tanggung jawab dan masa depan yang ada di depan mata terlebih dahulu. Mencoba mengerti itu jauh lebih baik daripada tidak mencoba sama skali. If you wait for perfect conditions, you will never get anything done __unknown

21-Oct-2012
-Ria Sinaga-

Selasa, 21 Februari 2012

sibuk oh sibuk

Ceritanya tulisan ini dibuat pada tanggal 20 februari 2012, 10 hari kemudian ternyata udah bulan maret aja ya. Kalau kita rasa rasain pasti pada ngerasa “ya ampun, waktu itu cepat banget berlalu begitu saja. Kayaknya kemarin baru aja taon baru, eh udah mau bulan maret aje bentar lagi XD”. Sadar gak sadar waktu itu cepat berlalu bukan salah tahun dan jamnya, tapi memang kehidupan manusia yang makin hari memang semakin sibuk. Dari kalangan menengah kebawah sampai menengah keatas pasti jawabannya lebih sering mengatakan “sorry ye, gw sibuk”. Iya kalo ngomong gitu kena ke orang yang suasana hatinya lagi gak bermasalah, nah kalo kena ke orang yang suasana hatinya lagi kacau, bisa-bisa ngamuk tuh dengan teriak bilang “emang Cuma elo doank yang SIBUK?!”. Nah loh, namanya juga suasana hati, jangan buru-buru menghakimi orang kayak gitu ya :D namanya juga manusia terkadang suasana hati itu berubah. Mau itu hamba Tuhan, hamba yang lain-lain intinya suasana hati pasti pernah berubah dan nggak ada gunanya juga menghakimi orang kayak gitu. Kembali lagi soal sibuk. Karena banyak orang makin hari makin sibuklah maka nggak kerasa waktu berputar. Makin sibuknya manusia di dunia ini banyak faktornya. Menurut gw salah satu faktornya adalah perubahan jaman. Coba sesekali tanya sama jaman papa dan mama kita dulu atau sempatkanlah sesekali kita meminta orang tua kita menceritakan kehidupan mereka dulu dari sekolah sampai cari kerja. Sekolah abis itu ujung-ujungnya cari kerja dan bekerja. Memang nggak ada yang berubah keliatannya. Jaman sekarang juga sama kok sekolah(kuliah) kelar and then kerja. Tapi jaman bo-nyok kita itu dulu kompetitornya nggak seberat yang sekarang. Kalo bokap gw pernah cerita sama gw, beliau bilang kalo jaman dulu itu ngelamar kerja kalo bisa bajunya nggak usah bagus-bagus amat, biar orang yang liat kasian akhirnya diberi pekerjaan. Nah, kalo jaman sekarang datang ke kantor untuk interview dengan penampilan yang ala kadarnya jangankan dapat belas kasihan, udah di usir sama satpam duluan itu mah XD

Yang membedakan sekolah jaman ortu kita sama kita sekarang, dulu ada pr sih ada pr. Ada tugas sekolah sih ada tugas sekolah(kuliah) sama berat dan banyaknya. Tapi kenapa orang jaman dulu bisa mengerjakannya dan bisa pinter sedangkan jaman kita susah untuk menyelesaikan tugas sekolah (kuliah) ? kalo jaman dulu pengalaman dari bokap gw lagi nih, kalo beliau dulu belajar itu bener-bener kayak di hukum. Jadi harus bisa mengerjakan tugas sendiri, belajar sendiri sampai selesai dan harus selesai. Nggak boleh tidur sebelum selesai tuh tugas. Walaupun ngantuk, kaki bokap gw direndam pake air, biar merasa dingin terus dan nggak ngantuk (jaman dulu di kampung itu dingin banget). The bestnya jaman dulu itu pokoknya disiplin deh. Nggak ada yang namanya pembantu semua pekerjaan rumah dikerjakan sendiri dan punya tanggung jawab masing-masing. Kalo jaman sekarang, tunggu udah last minuts baru dikerjakan tugasnya XD baru sedikit capek udah langsung sakit badannya alias loyo langsung drop. Omaigaaattt
Itulah, karena jaman udah berubah, cara didik orang tua juga udah berbeda, tekhnologi juga udah semakin maju, pengaruh sana sini juga udah semakin kencang karena kemajuan media informasi dan sosial dsb. Sehingga munculah kata “sorry, gw sibuk”. Papa atau mamanya di rumah pengen sekedar makan malam bersama atau sarapan pagi bersama nggak bisa karena sibuk masing-masing. Papa atau mamanya hanya pengen sekedar nonton tipi sambil ngobrol 30 menit aja waktu dalam sehari tidak bisa disediakan buat ortu kita karena “sibuk”. Temennya pengen curhat bentar atau pengen di dengar sebentar karena lagi sedih, lagi kesel dsb Cuma bisa bilang “sorry ya, gw bener-bener sibuk banget nih”, sampai ada sahabatnya yang mau bunuh diri jangan-jangan nggak mau tau lagi gara-gara sibuk :D. Kata sibuk jaman dulu itu berlaku untuk orang-orang di petinggi-petinggi negara, petinggi atau direksi serta komisaris perusahaan, berlaku oleh para manajer-manajer. Kalo jaman sekarang kalangan apapun bahkan kata-kata sibuk itu udah jadi trend dan mendarah daging kayaknya atau lebih tepatnya menjamur. Pas kuliah apa-apa nggak bisa diganggu, bilangnya sih “sorry, gw sibuk”. Pas udah kerja, boro-boro pastilah yang keluar kata-katanya “sorry ya lu tau sendiri kan gw udah kerja, gw sibuk bo”. Bahkan anak SMA aja nih padahal baru SMA waktu itu gw pernah minta tolong eh ih eh nggak nyangka dia berkata “maaf kak, aku sibuk”, ohh no T.T

Gw bersyukur kalo gw belom pernah dengar anak SMP dan SD ngomong kayak gitu. Kalo aja gw menemukan anak SMP dan SD ngomong “gw sibuk”, nah tak taulah gw. Kalo udah kayak gitu mendingan Tuhan buru-buru datang untuk yang kedua kalinya deh XD. itulah guys, orang-orang di dunia ini tanpa sadar sudah terlalu sibuk. Kalo beneran sibuk sih syukur deh, tapi yang nggak beneran sibuk tapi di sibuk-sibukin diri sendiri nah itu yang kacau. Gimana jadi nggak sadar waktu cepat berlalu sampai-sampai nggak bisa melewatkan moment-monent baik yang Tuhan berikan kalo kita ngerasa sibuk melulu.
Gimana dengan waktu kita sama Tuhan? Gw sebenernya serem loh nanyain beginian. Karena bagi gw di saat gw menulis apapun itu, rasa-rasanya kayak pedang bermata dua gitu. Tulisan ini nggak hanya tertuju pada si pembaca, tetapi tertuju pada si penulis juga. Ijinkan gw menceritakan satu pengalaman gw. Dulu sebelum gw kuliah sambil kerja, ya kegiatan gw rutinitasnya ya bekerja di salah satu perusahaan property di jakarta. Hari-hari gw jalani beres-beres aja. Bahkan gw masih tetap pelayanan di komunitas gw. Tibalah saat gw kuliah sambil kerja. Tau apa yang terjadi? Gw udah ngalamin nggak damai sejahtera karena hari-hari yang gw lalui hanya urusan kerja dan tugas kuliah yang segunung. Pada saat di kantor pikiran gw ke tugas kuliah, pada saat gw mengerjakan tugas kuliah pikiran gw ke kasur (pengen tidur), pas gw mau tidur pikiran gw pekerjaan di kantor besok. Yang namanya tidur subuh bangun pagi berangkat kerja, dari kantor pulang malam terus malamnya ngerjain tugas kuliah sampai dini hari dan keesokan paginya gw harus brangkat kerja dan begitulah sampe gw nggak saat teduh plus kalo berdoa ya ala kadarnya. Sakit rasanya hati gw, sampai hari minggu pun kadang gw kaget pagi-pagi karena gw kira bukan hari minggu, tapi hari kerja. Hanya bertahan 6 bulan saja gw mengalami kuliah sambil kerja. Gw memutuskan resign, karena gw udah nggak kuat lagi kayak begini terus. Waktu gw sama Tuhan pun terganggu. Pas resign, surga dunia banget rasanya. Terserah gw mau bangun jam berapa aja nggak masalah. Iyalah, karena waktunya udah fleksibel. Tapi....tapi....tapi....ternyata waktu gw buat Tuhan pun masih nggak ada. Gw terlalu terlena dengan kebebasan gw T.T dulu gw berpikir ketika gw resign jam doa gw makin mantab dan saat teduh gw makin teratur, ternyata tidak. gw bersyukur punya Tuhan yang super duper baik dengan lemah lembut menegur jiwa gw agar gw nggak keterusan terlena dengan kebebasan gw sampai melupakan dan masih nggak punya waktu untukNya.

Udah bisa nangkep kan maksud dari tulisan beberapa paragraf di atas? :D yup, kesibukan itu nggak bisa dijadikan alasan kita nggak punya waktu buat Tuhan dan sesama. Sesama dalam artian semua makhluk hidup yang di dunia ini. Baik manusia, hewan dan tumbuhan ketiga ini adalah sesama makhluk hidup. Kasihan tumbuh-tumbuhan yang kita tanam layu karena kurang dirawat, kasihan hewan peliharaan bisa sakit dan tiba-tiba mati karena nggak sempat dikasi makan, gimana rasa sedih hati ortu dan orang-orang yang mengasihi kita disaat kita nggak pernah sempat menyapa mereka bahkan sesekalipun sms-an minimal sebulan sekali. gimana sedihnya temen sekamar kita di kosan terganggu dengan kotor dan nggak rapinya karena alasan nggak sempat bersihin dan rapiin. Dimanakah rasa kasih kita dan tanggung jawab kita kalo kita sempatnya Cuma ngotorin dan brantakin kamar tapi tidak sempat merapikannya? (contoh aja ini). Hal yang keliatan kasat mata kita aja, susah banget bagi waktunya. Apalagi bagi waktu sama Tuhan yang nggak keliatan kasat mata. Sering berdoa tiap hari dan membaca firmannya. Yakin mengasihi dan cinta Tuhan? Guys, gw pernah denger kothbah di suatu gereja ada kalimat yang bener-bener membuat gw mau berlinang air mata, kalimatnya adalah “justru karena sibuklah kita harus makin banyak dan sering berdoa”. Dunia yang semakin sibuk memang membuat kita berpikir nggak punya waktu untuk berdoa karena kesibukan. Padahal seharusnya kita berpikir semakin kita sibuk, semakin perlulah kita berdoa. Dunia jaman sekarang menuntut apa-apa cepat. Mulai dari makanan udah banyak yang siap saji, alat-alat masakan aja banyak yang makin canggih, karena semua sudah menuntut apa-apa serba cepat. Sampai keputusan yang kita ambil sehari-hari adalah menuntut kita untuk cepat mengambil keputusan. Nah loh, kalo salah ambil keputusan gimana dunk, bisa celaka kan kayak gitu. Kalo mau mengambil keputusan dengan cara jaman bahola pake tunggu dipikir-pikir dulu lah itu mah keburu diserang sama kompetitor lain, gimana anak-anak Tuhan bisa mantab bersaing kalo kayak gitu. Karena dunia yang menuntut apa-apa serba cepat inilah, kita harus berteman karib dengan Tuhan. Seperti seorang anak berteman karib sama papanya, suara mobil masih terdengar jauh anak itu udah tau kalo itu suara mobil papanya. Seperti itulah kalo kita berteman karib sama Tuhan. Mau mengambil keputusan dalam janka waktu yang singkat karena ada yang menuntut, kita nggak takut lagi karena kita tau kehendak Tuhan atas diri kita dan tau keputusan apa yang harus kita ambil.

Yuk kita belajar mengurangi kata “sorry, gw sibuk” udah nggak penting lagi kita mengeluarkan kata-kata kayak gitu karena semua orang itu sibuk kok, jadi jangan merasa orang yang paling sibuk sedunia yang lain leha-leha :D Gbu^^


-ria sinaga-